Posted by: wardhanahimself on: Februari 3, 2009
Begitu user telah mengentri data apa yang ingin di cari pada teks boks Queries. Sekarang User akan memilih Google Search. Click!
Nah, ketika di klik. Query yang di masukkan itu akan langsung terkirim ke pusat Cluster (pusat segala bahasa Google Search tepatnya), lalu mengecek, query yang di masukkan user ini berbahasa apa? Indonesia? English? Spanyol? Jepang? atau bahkan bahasa Jawa? Bahasa isiXhosa? isiZulu? semuanya ada databasenya!
Setelah server di query di temukan, maka server itu akan mengajukan banding ke server lanjutnya!
Server Cluster di Manhattan bukan main canggihnya.
Sebuah komputer kecil sekali, sebesar sebuah Hardrive. Atau biasanya di sebut MiniPC, di tata sedemikian rupa dalam sebuah rak.
Satu rak terdapat sekitar 80-komputer, dan setiap ruangan Server Cluster di Manhattan (ruangannya ada banyak: ruangan Indonesia, ruangan Inggris, ruangan Afrika, ruangan Jepang, jadi setiap negara punya satu ruangan), terdapat 250 rak.
Nah tinggal hitung, berapa jumlah komputer di setiap ruangan negara. 250 rak dikalikan dengan jumlah miniPC super canggih setiap raknya yang berisi 80 miniPC. Di total, sehingga 250 dikalikan dengan 80 terdapat 20.000 miniPC. Sehingga SETIAP ruangan memiliki 20.000 miniPC yang siap untuk men-database Query!
Server (Googlebytes) dengan hardisk Petabyte!
Mungkin, hardisk kita berukuran Gigabyte. Dan beberapa dari kita yang beruntung. Dapat memiliki Hardisk dengan ukuran TeraByte (1000 kalinya Gigabyte).
Kita tidak pernah membayangkan. Google memiliki server 200 PetaByte!!!
Wow… bayangkan saja. Jika kita memiliki iPod dengan ukuran 1 PetaByte ‘saja’. Maka kita bisa memutar lagu sebanyak 200 juta dalam satu iPod. Bahkan lagu-lagu itu bisa datang dari seluruh dunia, dan tidak akan terisi penuh (Setidaknya menyisahkan sekita 500 mb).
Dan satu PetaByte sama dengan 1000 kalinya TeraByte. Jika ada 200 PetaByte maka sama dengan 200.000 TeraByte. Dan satu TeraByte sama dengan 1000 kalinya GigaByte. Sehingga, 200.000 GigaByte sama dengan 200.000.000 TeraByte alias 200 juta GigaByte.
Jika kita memiliki hardisk dengan ukuran 200.000.000 GB, maka kita bisa mengkopi seluruh data yang kita punya. Kita bisa mengkopi seluruh data di Indonesia, Jepang, Cina, Korea, dan lain sebagainya. Bahkan data dari seluruh Dunia. Kalau perlu, data dari planet Mars.
Nah… pertanyaannya. Untuk apa Google memiliki server dengan ukuran PetaByte??
Gampang… untuk Cache. Untuk Tembolok!
Jadi, setiap pengunjung mengunjungi situs dalam jangka Interval tertentu. Maka Google Bot akan langsung mengkopi situs itu dalam sebuah Server dengan ukuran 200 PetaByte itu!
Itulah mengapa ada fungsi Cache dan Tembolok. Dan dari mana fungsi itu berada. Jadi, meskipun semisal situs kita nanti telah Off. Alias kita sudah medelete situs kita tersebut, pengunjung masih bisa mengunjungi versi ‘kopi’ dari data tersebut. Dengan mudah!!!
Posted by: wardhanahimself on: Januari 25, 2009
Internet akan segera usang. Ilmuwan yang mengembangkannya kini tengah membuat penggantinya yang memiliki kecepatan jauh lebih tinggi, seperti dikutip dari Times online. Pada kecepatan 10.000 lebih cepat dari koneksi pita lebar, “the grid” dapat mengirimkan seluruh katalog Rolling Stones dari Inggris ke Jepang kurang dari dua detik. The grid juga dapat menyediakan tenaga yang dibutuhkan untuk mengirimkan gambar hologram; memungkinkan online gaming dengan ratusan ribu pengguna; dan menyajikan telefon video dengan tarif pulsa lokal. David Britton seorang professor fisika dari Universitas Glasgow mengatakan bahwa teknologi grid dapat me-revolusi masyarakat. Dengan tingkat teknologi seperti ini, generasi masa depan dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan cara yang belum pernah dibayangkan, katanya. Kemampuan the grid dapat Anda saksikan musim panas ini di Cern. The grid akan diaktifkan pada saat yang bersamaan untuk menangkap data yang dihasilkan. Cern yang berlokasi dekat Geneva, memulai proyek grid tujuh tahun lalu saat Ilmuwan menyadari bahwa LHC dapat menangkap data ekuivalen dengan 56m CD. The grid dibuat dengan kebel serat optik dan routing center modern, yang berarti tidak ada komponen yang usang untuk memperlambat data. 55.000 server telah di-install dan dalam jangka waktu 2 tahun, 200.000 lagi akan datang. “Ini akan menuju pada sebuah era yang bernama cloud computing, dimana orang menyimpan informasi mereka secara online dan dapat mengaksesnya dimana saja,” katanya.
Posted by: wardhanahimself on: Januari 19, 2009
Anda tergabung dengan situs jaringan sosial (social networking) seperti Facebook? Kalau ya maka anda harus berhati-hati menerima tawaran disana karena ada scammer yang berasal dari Nigeria yang siap untuk menipu pengguna Facebook.
Para penipu ini menjanjikan rekening dengan dana besar untuk menipu mangsanya. Triknya adalah mengirimkan e-mail dari seorang teman yang mengaku terdampar di Lagos, Nigeria dan meminta uang US$ 500 untuk membeli tiket pulang. Trik lainnya adalah dengan menyertakan sebuah e-mail dari teman-teman yang meminta Anda untuk mengunduh sebuah file video yang terinfeksi trojan.
Menurut Chief Operating Officer Facebook Sheryl Sandberg, saat ini total ada 120 juta pengguna Facebook di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Popularitas Facebook yang meroket inilah yang melatar belakangi para penipu untuk mengeruk keuntungan. Saat ini, password Facebook memang menjadi mata uang di pasar kriminal cyber. Password ini dituai melalui trojan.